Proses Pembuatan Video

Hal Yang Penting Diperhatikan Sebelum Membuat Video

Banyak marketers saat ini yang beralih menggunakan video sebagai media promosi bisnis. Sebab, dari hasil riset yang dilakukan, diketahui 75% orang-orang menonton video setiap minggunya. Pada tahun 2020 ini diprediksi, konten video akan menghabiskan 80% konsumsi trafik internet, dan Youtube menjadi situs video nomor 1 dunia. 

Dengan data seperti ini, tak heran jika konten-konten video semakin banyak dibutuhkan untuk berbagai kepentingan. Baik pribadi maupun untuk kepentingan bisnis. Jika ingin terjun dalam pembuatan video, ada baiknya menyimak sejumlah hal penting sebelum memulai proses produksi yang telah dirangkum oleh Bigfish Blog berikut ini :

Kenali Audiens

Mengenali pasar atau audiens yang akan anda bidik adalah hal paling pertama yang harus dilakukan sebelum memulai pembuatan video. Anda tidak bisa sekedar berasumsi bahwa audiens anda suka dengan video seperti ini, atau seperti itu. Namun, anda harus benar-benar memahami tingkah laku dan ketertarikan audience melalui demografis, latar belakang personal hingga skill yang dimiliki. 

Nantinya anda bisa mengelompokkan audiens berdasarkan kesamaan demografis mereka, sehingga video anda lebih bisa tertarget dan menghasilkan tingkat konversi yang tinggi. 

Perjelas Pesan Yang Ingin Disampaikan

Seperti mengenali audiens dan mengelompokkan target pasar, menggunakan pesan yang jelas adalah hal yang penting sebelum memulai pembuatan video. Jangan mencampur adukkan pesan dalam 1 video saja. Diperlukan beberapa video untuk menyampaikan pesan yang berbeda. 

Misalnya, anda butuh video yang menjelaskan suatu produk untuk menarik audiens potensial dalam video demo. Selanjutnya gunakan video berisi ajakan, untuk menghasilkan konversi dari iklan anda. Membuat beberapa video yang memiliki alur berurutan, lebih efektif ke depannya daripada 1 video yang berisi bermacam-macam pesan. 

Kalkulasi Biaya

Perencanaan biaya wajib dilakukan sebelum memulai pembuatan video. Rincikan segala kebutuhan dalam proses pembuatan nantinya, sehingga bisa diketahui berapa jumlah biaya yang dibutuhkan. Mengetahui lebih awal jumlah biaya yang akan dikeluarkan, akan menghindari adanya over-budget dan melancarkan proses produksi. 

Sebab, banyak kasus pembuatan video berhenti di tengah jalan, karena biaya yang keluar tidak terkontrol diakibatkan tidak adanya perincian biaya yang jelas. Kalkulasi biaya juga bisa dijadikan patokan untuk penghematan, karena segala pengeluaran bisa diketahui. 

Menulis dan Mereview Naskah

Membuat skrip naskah untuk video penting juga untuk dilakukan, agar cerita atau pesan yang disampaikan ke audiens bisa diterima dengan baik. Alurnya pun bisa diatur agar bisa mengalir dengan rapi, dan audiens betah saat menonton video. 

Agar naskah menjadi bagus, dibutuhkan sebuah tim untuk melakukan review. Menerima saran dan kritikan dari banyak pemikiran dan sudut pandang berbeda sangat diperlukan, agar kita mengetahui bagian mana dari naskah yang memerlukan perbaikan.

To The Point Dalam 8 Detik

Audiens tidak suka video yang terlalu lama atau bertele-tele. Rata-rata audiens akan beralih ke video atau halaman lain dalam waktu 8 detik, jika video yang mereka lihat terkesan membosankan. Pastikan dalam waktu 8 detik, video sudah menjelaskan pesan utama yang ingin disampaikan. Hal ini bukanlah sesuatu yang sulit, karena dengan waktu 8 detik, biasanya video editor sudah cukup untuk memasukkan intro video dan pengenalan.

About the author