Pencahayaan Natural Pada Foto Produk

Memahami Pencahayaan Natural Pada Foto Produk

Pencahayaan natural bisa menjadi sahabat terbaik atau justru menjadi musuh terburuk dalam dunia foto produk. Jika anda bisa memanfaatkan pencahayaan dengan baik, maka hasil foto yang berkualitas bukan hal yang mustahil. Akan tetapi jika sama sekali tidak paham tentang konsep pencahayan, jangan berharap hasil gambar yang bagus.

Pencahayaan dan pengaturan kamera sangat menentukan hasil akhir, bahkan sebelum proses pengambilan foto produk dilakukan. Jadi pemahaman yang baik tentang dasar-dasar pencahayaan akan sangat membantu untuk mendapatkan hasil foto yang fantastis. 

Namun kebanyakan pemilik produk tidak memiliki perlengkapan memadai untuk mendokumentasikan produk-produk mereka, dan memilih menggunakan sejumlah jasa foto produk seperti berikut ini. Namun, jika ingin memahami tentang konsep pencahayaan dalam foto produk, silahkan simak tipsnya di artikel ini.

Pencahayaan Yang Tepat

Faktor paling krusial dalam proses foto produk adalah mengatur pencahayaan. Tidak ada pengaturan yang pasti dan tetap untuk pencahayaan, karena setiap produk membutuhkan pencahayaan yang berbeda-beda. Akan selalu dibutuhkan trial and error untuk menemukan pengaturan yang pas. 

Sumber pencahayaan paling stabil adalah dengan memanfaatkan pencahayaan natural dari sinar matahari melalui jendela ruangan. Selain karena cukup mudah menemukan ruangan yang dilengkapi jendela, sinar matahari yang menembus jendela hanya memiliki 1 arah saja. Sehingga akan menghasilkan bayangan yang natural juga, serta memberikan efek 3D yang membuat produk yang difoto akan tampak lebih hidup.

Memanfaatkan Pencahayaan Natural

Cahaya natural yang baik akan memberikan hasil foto yang sempurna. Dengan mengontrol bayangan dari refleksi cahaya natural, akan menambahkan elemen tersendiri yang menarik pada foto produk. 

Namun sayangnya, cuaca yang tidak bisa diprediksi akan sangat berpengaruh pada intensitas cahaya yang didapatkan. Bisa saja, cahaya akan berubah menjadi lebih gelap hanya dalam beberapa menit saja. Inilah yang harus benar-benar dipahami. 

Perhatikan dengan seksama perubahan cahaya yang ada, sehingga anda dapat menentukan dimana titik-titik yang bisa menghasilkan perspektif bayangan yang artistik. Jika cahaya terlalu terang, anda bisa menutupinya dengan selembar tisu. Sementara jika posisi cahaya ternyata jatuh tidak tepat pada produk anda, gunakan reflector untuk memantulkan cahaya menuju ke produk yang akan difoto.

Mengatur Pencahayaan Dengan Kamera

Pengaturan pencahayaan bisa dilakukan dengan kamera, tentunya semakin canggih kamera maka fitur-fitur pengaturannya pun semakin lengkap dan memudahkan. Namun untuk bisa leluasa melakukan pengaturan, pastikan menggunakan mode manual. 

Fitur-fitur pengaturan yang paling utama untuk anda pahami adalah Aperture, ISO, White Balance dan Shutter Speed. 

Aperture – Untuk pengaturan aperture gunakan nilai yang tertinggi. Sebab semakin tinggi akan menghasilkan gambar yang fokus, tanpa harus kehilangan banyak cahaya. 

ISO – Fitur ini mengatur bagaimana respon kamera terhadap cahaya. Ketika mengambil gambar pada kondisi sekitar yang gelap, dibutuhkan ISO yang tinggi. Tujuan utamanya adalah menemukan keseimbangan antara pencahayaan dengan kualitas gambar.

White Balance – Bagi para pemula untuk fitur White Balance di set secara otomatis, sehingga kamera akan memilihkan pengaturan terbaik tergantung pada cahaya yang ada. 

Shutter Speed – Setelah mengatur ISO dan White Balance, anda bisa mulai mengatur Shutter Speed. Fitur ini mengatur seberapa cepat “pintu” pada lensa membuka dan menutup. Semakin lama proses penutupan ini, maka kamera akan lebih banyak menerima cahaya, begitu juga sebaliknya.

About the author